Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Sunday, December 27, 2009

Gloomy Sunday - The Suicide Songs

Dulu jauh sebelum kaskus kena DDOS, gw pernah buat thread ini di Lounge Kaskus. Kalau ngga salah sekitar tahun 2006. Btw, ada yang sudah pernah mendengar lagu Gloomy Sunday belom ? Sebuah lagu yang sangat terkenal sebagai lagu bunuh diri, karena banyak kasus bunuh diri terjadi setelah mendengarkan lagu ini.


Rezső Seress

Awal sejarahnya lagu ini diciptakan oleh seorang pianis sekaligus komposer asal Hungaria yaitu Rezső Seress yang dia beri judul Szomorú Vasárnap yg juga berarti Gloomy Sunday pada tahun 1933. Lagu tersebut ditulis berdasarkan puisi yang di tulis oleh László Jávor yg menceritakan tentang seorang penyanyi yang depresi akibat kematian kekasihnya dan ingin bunuh diri. Dan kenyataannya, sesaat setelah lagu itu dirilis ... László Jávor mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Semenjak awal diciptakannya lagu itu, banyak peristiwa bunuh diri terjadi bagi mereka yang mendengarkan dan juga menyanyikan lagu itu. Dan pada puncaknya yaitu sekitar tahun 1941, seorang musisi asal Inggris yaitu Billie Holiday menyanyikan lagu itu dan menjadi hits di putar di radio2. Tapi akibat yang terjadi banyak ratusan kasus bunuh diri terjadi setelah lagu itu diputar di radio2 Inggris, Amerika maupun Hungaria. Hal ini yang menyebabkan kegelisahan stasiun radio saat itu dan mereka depresi untuk mengudara kembali pasca kejadian itu. Lalu mulai mem-banned lagu tersebut untuk di putar lagi di radio-radio. Dan statiun radio Inggris BBC pun memasukan lagu tersebut sebagai lagu terlarang untuk diputar di radio mereka. Dari Inggris lalu ke Amerika untuk mem-banned lagu tersebut serta di Hungaria sendiri sebagai tanah kelahiran dari lagu tersebut.

Lagu itu kemudian menjadi sebuah legenda, dimana pendegarnya pasti berinisiatif untuk mengakhiri hidupnya. Termasuk penciptanya sendiri yaitu Rezső Seress yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jendela apartemennya pada tahun 1968. Disaat yang sama surat kabar terkenal di Amerika yaitu New York Times menulis artikel tentang itu, dan berikut cuplikannya :

Budapest, January 13. Rezsoe Seres, whose dirge-like song hit, "Gloomy Sunday" was blamed for touching off a wave of suicides during the nineteen-thirties, has ended his own life as a suicide it was learned today.

Authorities disclosed today that Mr. Seres jumped from a window of his small apartment here last Sunday, shortly after his 69th birthday.

The decade of the nineteen-thirties was marked by severe economic depression and the political upheaval that was to lead to World War II. The melancholy song written by Mr. Seres, with words by his friend, Ladislas Javor, a poet, declares at its climax, "My heart and I have decided to end it all." It was blamed for a sharp increase in suicides, and Hungarian officials finally prohibited it. In America, where Paul Robeson introduced an English version, some radio stations and nightclubs forbade its performance.

Mr. Seres complained that the success of "Gloomy Sunday" actually increased his unhappiness, because he knew he would never be able to write a second hit. "

Hit lagu Gloomy Sunday juga mengakhiri hidupnya, karena setelah menciptakan lagu tersebut ia sendiri tidak bisa membuat lagu lagi yang bisa menjadi hit karena dari lagu itu sudah menambah keputusasaan dia tentang hidup. Selain itu ada juga kasus bunuh diri yang dilakukan oleh Biliy Mackenzie, vokalis band The Associates pada tahun 1997 yang meng-cover lagu Gloomy Sunday versi Billie Holiday di tahun 1982). Dia mengakhiri hidupnya di rumah ayahnya di Dundee.

Nah pada tahun 1941, Billie Holiday menyanyikan Gloomy Sunday yang liriknya ditulis oleh Sam Lewis ... dan begini liriknya :

Gloomy Sunday

Sunday is gloomy, my hours are slumberless
Dearest the shadows I live with are numberless
Little white flowers will never awaken you
Not where the black coach of sorrow has taken you
Angels have no thought of ever returning you
Would they be angry if I thought of joining you?

Gloomy Sunday

Gloomy is Sunday, with shadows I spend it all
My heart and I have decided to end it all
Soon there'll be candles and prayers that are sad I know
Let them not weep let them know that I'm glad to go
Death is no dream for in death I'm caressing you
With the last breath of my soul I'll be blessing you

Gloomy Sunday

Dreaming, I was only dreaming
I wake and I find you asleep in the deep of my heart, here
Darling, I hope that my dream never haunted you
My heart is telling you how much I wanted you

Gloomy Sunday

Please, don't kill yourself after listening this song !

Daftar Musisi
yg pernah membawakan Gloomy Sunday

1935: Pal Kalmar (this is by many considered the original and "the granddaddy of them all")
1935: (UK): Paul Robeson (released in the US in 1936; Desmond Carter lyrics)
1935: Pyotr Leschenko (in Russian, under title "Mratschnoje Woskresenje")
1936: Damia (in French, under the title "Sombre Dimanche", recorded on February 28, lyrics by Jean Marèze and François-Eugène Gonda, music by Rezső Seress)
1936: Hal Kemp
1936: Paul Whiteman
1936: Noriko Awaya (in Japanese, under title "Kurai Nichiyōbi")
1936: Taro Shoji (in Japanese, under title "Kurai Nichiyōbi")
1940: Artie Shaw, 3 March. Pauline Byrne vocal.
1941: Billie Holiday
1957: Josh White
1958: Mel Tormé
1958: Ricky Nelson (released posthumously)
1959: Eila Pellinen (in Finnish as "Surullinen sunnuntai")
1961: Sarah Vaughan
1962: Lou Rawls
1967: Carmen McRae
1968: Genesis (U.S. band unrelated to the well-known British band)
1969: Ray Charles
1979: Lydia Lunch
1981: Elvis Costello & the Attractions (Trust)
1982: Associates (Sulk)
1983: Marc and the Mambas
1983: Swans Way
1983: Jacques Calonne (Ténor Mondain) (in French, under the title "Sombre Dimanche", lyrics credited to László Jávor, but probably the ones by Jean Marèze and François-Eugène Gonda)
1984: Peter Wolf (Lights Out)
1985: Harri Marstio (in Finnish under title "Surullinen sunnuntai")
1986: Christian Death
1988: Serge Gainsbourg (Le Zénith de Gainsbourg) (in French)
1991: Vlado Kreslin (Bela nedelja, in Slovene)
1991: The Singing Loins (Songs For The Organ)
1992: Diamanda Galás (The Singer) (Desmond Carter lyrics)
1992: Sinéad O'Connor (Am I Not Your Girl?)
1995: Gitane Demone
1996: Sarah McLachlan (Rarities, B-Sides and Other Stuff)
1996: Mystic (The Funeral soundtrack)
1998: Marianne Faithfull
1998: Satan's Sadists (On the compilation Their Sympathetic Majesties Request)
1999: The Smithereens (God Save the Smithereens)
1999: Björk
2000: Kronos Quartet
2000: Sarah Brightman
2001: Iva Bittová (The Man Who Cried)
2001: Heather Nova (South)
2002: Rob Coffinshaker (Live at the Cemetery) 7" EP
2003: Edvin Marton
2003: Hot Jazz Band
2003: Priscilla Chan (with changed lyrics, pop, Cantonese, titled "Gloomy Sunday")
2004: Branford Marsalis (Eternal)
2005: Yellow Spots (Psychobilly)
2005: Eminemmylou featuring Legs MC (raps added, turned into anti-suicide anthem)
2005: Venetian Snares (Rossz csillag alatt született - a remix of Billie Holiday's version)
2006: Emilie Autumn
2006: Tsukimono (on Famousfor15mb.com)
2006: Angéla Póka (live) (performing Szomorú Vasárnap live during Megasztár)
2006: Red Sky Mourning
2006: Lucía Jiménez (for the movie the Kovak Box inspired by the song)
2006: Zaorany kytky (band from Czech republic)
2007: Candie Payne
2007: The Unbending Trees (live)
2008: Ivana Wong
2008: The Unbending Trees UK only bonus track on their album.
2008: Paris Jones Canadian Singer
2008: Saori Yano Tokyo saxophonist, Billie Holiday tribute CD.
2009: Aliyah Hussain

Gloomy Sunday
by. Various Artist




Genre : Classic, Jazz, Trip Hop, Folk, Pop, Ballad, Rock, Electronic, A Capella, Black Metal

tracklist

01. Rezso Seress (Original)
02. Billie Holiday & Her Orchestra
03. Paul Robeson
04. Mel Torme
05. Björk
06. Heather Nova
07. Kronos Quartet
08. Genesis
09. Sarah McLachlan
10. Lydia Lunch
11. The Smithereens
12. Sarah Brightman
13. Emilie Autumn
14. Venetian Snares
15. Negator

Download : click here

*album cover taken from here !

Indonesia, lagu duka cita dari August Burns Red

Sekitar bulan July 2009, terjadi kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah Papua, Indonesia. Lagu ini bercerita tentang kehilangan seorang teman. Matt Greiner drummer dari August Burns Red bercerita tentang meninggalnya seorang teman yaitu David Clapper (ayah dari 4 anak yg sudah menikah 20 tahun), ia juga seorang misionari di daerah terpencil teman suku2 pedalaman di Indonesia.


Dengan mesin mati separuh pada pesawatnya, ia mencoba membawa seseorang yang terluka dari pedalaman untuk menuju rumah sakit terdekat, sekitar 4 jam perjalan dengan menggunakan pesawat. Setelah mengantar pasien terakhir pada hari itu sewaktu dalam perjalan pulang ia terjebak badai. Badai tersebut menghantam pesawat yg mengakibatkan jatuh ke daerah pegunungan dan mati seketika. Matt mendapat berita tersebut semalam waktu di gereja, ceritanya mirip sekali dari media di Indonesia memberitakan tentang kecelakaan pesawat tersebut. Tetapi ia tidak yakin. Namun ketika pada hari, berita itu semakin jelas bahwa yang meninggal itu memang kerabatnya yaitu David Clapper.

- David Clapper -

- David Clapper dan keluarga -

- Papua di udara -

Dalam 24 jam dengan perasaannya gelisah, dan tetap berserah dan berdoa pada Tuhan. Ia mencoba menulisnya, cerita tentang David Clapper seorang misionari yg meninggal karena kecelakaan pesawat di Indonesia.

Indonesia

This plane's going down in flames and this time
There's no black box to capture your last words
A situation we can't make any sense of
Sacrifice costs all of us everything

This is the time to turn down our heads and turn up our hearts.
There's no scale to (there's no scale to) balance this out.
Some say may those who curse days, curse this day.
There's no scale to (there's no scale to) balance this out.

Ouh! How does a man wrap his mind around eternity,
When he can't even (when he can't even)
Explain his own (explain his own) composition?
Don't you see it's bigger than you?

He sleeps in the mountains of Indonesia,
And the white on his flag brings colors to shame (colors to shame)
He sleeps in the mountains of Indonesia,
And the white on his flag brings colors to shame (colors to shame)

The earth will swallow the water. The clouds refill the oceans.

The earth will swallow the water and spit out.
The clouds will refill, refill the oceans.
The earth will swallow the water and spit out.
The clouds will refill, refill the oceans.
Humble and broken

This plane crashed down in flames... (down in flames...)
With a man who lived, who died, to better this world.
David, rest in peace.

He sleeps in the mountains of Indonesia,
And the white on his flag brings colors to shame (colors to shame)
He sleeps in the mountains of Indonesia,
And the white on his flag brings colors to shame (colors to shame)


Download : August Burns Red - Indonesia

Saturday, April 18, 2009

Pesona Susan Boyle

Don't Judge A Book By Its Cover ... !

Mungkin itulah yang harus ditanam dalam dalam diri kita ketika menghadapi hal yang sebenarnya kita ragukan seperti apa yang kita mau. Tetapi hal yang sebenarnya kita rasa tidak mampu itu mampu mengeluarkan segala pesonanya melebihi ekspetasi kita sendiri. Dan itulah yang ada pada sosok seorang Susan Boyle, seorang bintang Reality Show British Got Talent.

Untuk lebih jelaskan baca berita ini yang dikutip dari berbagai sumber ini :

Pengamat musik ternama, Simon Cowell, dan banyak penonton lainnya boleh saja tertawa, meremehkan, dan mencemooh. Itulah agaknya yang terjadi ketika Susan Boyle tampil di atas panggung acara Britain’s Got Talent. Ini adalah ajang pencarian bakat penyanyi versi Inggris, Sabtu (11/4), yang ditayangkan televisi Inggris.

Boyle adalah perempuan berusia 47 tahun dengan tubuh gemuk. Dia beralis tebal seperti Leonid Breznev dan berparas biasa-biasa saja. Dandanannya pun sederhana. Pokoknya sangat jauh dari gambaran calon idola yang biasa muncul di tayangan-tayangan televisi mana pun.


Perempuan asal Blackburn, gabungan beberapa desa di wilayah Wesy Lothian, Skotlandia, itu memang muncul seperti umumnya orang kampung. Lugu, tetapi tampak percaya diri.


Cowell menanyainya dengan sinis, ”Ke mana saja selama ini dan mengapa baru ikut ajang ini sekarang?”


Boyle yang mengaku belum menikah, bahkan belum pernah dicium seorang pria, itu menjawab dengan penuh rasa percaya diri. ”Selama ini saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk tampil dalam acara pencarian bakat seperti ini.”


Cowell bertanya lagi. ”Anda ingin menjadi seperti siapa?”


Boyle dengan penuh gaya mengatakan ingin menjadi seperti Elaine Paige, aktris sekaligus penyanyi terkenal Inggris yang kiprahnya sangat diakui pada pertunjukan teater musikal. Dia pun menggoyang-goyang pinggulnya yang besar untuk meyakinkan Cowell yang memandangnya dengan ”sebelah mata” pada awalnya.


Akan tetapi, ketika dia mulai menyanyikan lagu I Dreamed a Dream yang diambil dari kisah drama musikal Les Miserables, semua mata pun terbelalak, termasuk ketiga juri Britain’s Got Talent malam itu, yaitu jurnalis dan pembaca acara televisi Piers Morgan, aktris Amanda Holden, dan Simon Cowell. Sejumlah penonton yang berada di studio pun spontan bertepuk tangan sambil berdiri, memuji tinggi-tinggi suara Boyle yang memang sangat apik dan enak didengar.



Cowell yang biasanya terlihat tak acuh pun, malam itu, meletakkan kedua tangan untuk menopang dagunya. Beberapa kali dia menggelengkan kepala, seolah tak percaya dengan ”keajaiban” dari sambutan itu.


" Langsung berubah "


Melalui suaranya yang bening bak penyanyi opera, jalan hidup Boyle yang semula tak punya pekerjaan itu langsung berubah setelah penampilan di ajang calon idola versi Inggris itu.


”Tidak diragukan, ini adalah kejutan terbesar yang pernah saya dapatkan selama tiga tahun saya berada di acara ini. Ketika Anda berdiri di sana dan mengatakan, ’saya ingin menjadi seperti Elaine Paige’, semua orang menertawai Anda. Sekarang, tak seorang pun tertawa. Anda sangat memukau dan tampil luar biasa. Saya terduduk lemas karena terharu,” ungkap juri Piers Morgan.



Amanda Holden pun menimpali, ”Saya pun amat terpukau karena saya tahu semua orang menolak Anda. Saya sejujurnya berpikir bahwa kita semua sudah sangat sinis dan saya rasa inilah sebuah peringatan terbesar. Dan, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sepenuhnya merasa terhormat mendengar Anda tadi menyanyi.”


Simon Cowell pun tidak bisa lagi mengelak dan sambil menahan tawa dia mengatakan, ”Sejak awal Anda berjalan ke panggung, saya tahu. Ada sesuatu yang luar biasa dalam diri Anda.”


Tentu saja komentar Cowell yang di luar kebiasaannya itu langsung disambut riuh para penonton di studio. Sementara Boyle tampak sangat gembira dan puas sekali dengan sambutan para juri dan penontonnya itu.


Internet pun langsung ”kebanjiran” orang-orang yang ingin mendengar dan menyaksikan Boyle pada acara televisi Inggris itu. Situs video YouTube yang menyajikan penampilan Boyle diserbu sebanyak 5,6 juta kali.


Penampilan Boyle pun diulas dan ditampilkan di CNN. Boyle menjadi tampilan di halaman muka di berbagai surat kabar Inggris, Australia, juga New York. The Washington Post, misalnya, secara khusus bahkan menurunkan tulisan cukup panjang mengenai Boyle. Berjuta-juta komentar pujian pun ditulis para penjelajah internet dalam berbagai situs.


Akan tetapi, itu baru penampilan perdana Boyle di putaran pertama Britain’s Got Talent. Boyle diyakini akan lolos ke putaran-putaran berikutnya, dan bukan tidak mungkin pada akhirnya akan keluar sebagai pemenang utamanya.


Akan tetapi, kalaupun dia kemudian harus berhenti di tengah jalan, Boyle mengatakan, dia sudah bertemu dengan Sony BMG untuk merekam dan memasarkan suaranya.


”Saya tidak bisa berbicara banyak mengenai itu. Ini masih terlalu awal dan saya berjalan dengan langkah-langkah kecil,” ungkap Boyle yang tidak lantas menjadi besar kepala dengan berbagai pujian untuknya.


Umur, asal-muasal keluarga yang tidak istimewa, penampilan yang kurang menarik, bukan hambatan. Boyle dianugerahi keistimewaan yang lain, yaitu suara soprannya.



Pemunculan Boyle dalam acara ajang pencarian idola versi Inggris itu juga menjadi peringatan bagi para pengelola ajang sejenis lainnya di berbagai negara untuk tidak meremehkan siapa saja. Umumnya, ajang sejenis itu membatasi umur peserta dan lebih memfavoritkan penampilan fisik calon idola.


Perjalanan Boyle menuju puncak sebagai idola baru Inggris memang masih panjang. Dia masih harus menunjukkan suara emasnya dalam berbagai penampilan berikutnya, yang sudah pasti juga akan ditunggu-tunggu jutaan orang di seluruh dunia.


Akan tetapi, industri hiburan di banyak negara sering kali mempunyai ”ukuran-ukurannya” sendiri. Kemunculan Boyle karenanya sangat menarik untuk juga melihat bagaimana ”realitas” industri hiburan saat ini, yang umumnya lebih mengutamakan daya tarik fisik serta penuh dengan polesan.


Seperti ditulis The Telegraph, Boyle secara konsisten telah menunjukkan kepercayaan dirinya yang alami, baik di belakang panggung, di atas panggung, maupun setelah turun dari panggung. Tak ada tanda-tanda keraguan dan gugup, yang memang tidak perlu karena dia memiliki suara emas. (AFP/CNN/OKI)


lihat videonya di sini
download videonya di sini


Luar biasa, saya sendiri sampai terharu menonton videonya. !!