Sunday, October 23, 2011

Artificial Melodrama | Cut&Paste [ a review ]



Berbicara album Cut&Paste dari Artificial Melodrama, pasti membicarakan sesuatu yang renyah, ringan, bisa melayang namun ada kalanya ngawur dan tidak konsisten. Artificial Melodrama yang kalau bisa diartikan adalah drama yang mengharu biru akan tetapi bukanlah sebuah realita tetapi adalah rekayasa, dan yang harus disalahkan atas ini adalah seorang yang bernama Alu yang mengerjakan proyek ini seorang diri.

Cut&Paste kalau saya bisa bilang tidak konsisten dengan apa yang diusungnya, awalnya saya berharap adalah sebuah ambient indah yang menarik untuk didengarkan di malam hari. Itu terbukti setelah saya cukup nyaman dengan track pembuka yaitu glance at the window, look! it's raining yang bisa dikatakan sebagai The American Dollar atau The Album Leaf asal Indonesia, indah dan menarik sekali.

Namun ketika sudah beranjak ke track winter in room 203, terjadi perbedaan genre yaitu elektronik meskipun itu juga santai. Tetapi sedikit saya merasa terganggu dengan suara raungan gitar yang menurut saya masih terlalu kasar distorsinya pada pertengahan track, tetapi secara komposisi sudah menarik. Ketidak konsistenan dimulai lagi pada track ketiga yaitu suddenly, on astral highway yang cukup bernuansa psychedelic.

Album ini memang tidak konsisten, setelah cukup disiksa di track sebelumnya tetapi saya cukup dihibur di track humming on the flower fields yang kembali lagi ke ambient dengan influent yang sangat besar dari Sigur Ros maupun The Album Leaf yang cukup indah dan mendayu.

Summer's scent of our youth cukup renyah sebagai track yang bisa dilabeli dengan nama post-rock, apalagi dengan sampling monolog dua orang gadis dengan berhasa jepang di pertengahan lagu. Menjadikan track ini sebagai oase diantara ketidak konsistenan album Cut&Paste. Terjuktaposisi melanjutkan apa yang sudah dilakukan track pendahulunya, dan ini adalah satu bentuk konsistensi awal di dalam album ini.

Sore itu angin tak berhembus sebagai track penutup, kembali mengusung genre ambient dan itu melanjutkan ketidak konsistenan album ini. Saya akhirnya menjadi bingung, mau dibawa kemana arah album ini. Karena terlalu banyak yang ditawarkan dan ada beberapa yang bertolak belakang dengan yang ada sebelumnya. Dan mungkin itu yang dimaksud oleh Cut&Paste, potong dan tempel. Potong genre ini, tempel saja genre baru ini. Setelah itu potong lagi genre yang tadi sudah di tempel, lalu tempelkan lagi dengan yang baru.

Akhir kata, konsep ketidak konsistenan itu yang bisa ditawarkan oleh Artificial Melodrama lewat judul albumnya Cut&Paste. Potong yang lama dan tempel yang baru sehingga terciptalah ketidak konsitenan itu.

Artist
Artifical Melodrama

Album
Cut&Paste

Rilis
2010

Genre
Ambient, Electronic, Post-Rock

Rating

KARA | Winter Magic [ a review ]



Jauh sebelum mengenal girl group asal Korea Selatan yang melebarkan sayapnya ke negeri Jepang yang memang asal usul Girl Group Asia Timur yang kemudian ditiru sama Korea Selatan, satu dekade yang lalu ada seorang penyanyi asal Korea Selatan yang saat itu menjadi favorit saya yaitu Kwon Boa yang juga melebarkan sayapnya di negeri J-Pop tersebut dan sukses. Namun saya tidak berbicara mengenai dia, namun kepada KARA. Girl Group asal korea selatan yang beranggotakan Park Gyuri, Han Seungyeon, Jung Nicole, Kang Jiyoung dan Goo Hara juga melebarkan sayapnya ke negeri seberang agar bisa masuk industri musik terkuat di kawasan Asia. Winter Magic adalah salah satu single mereka yang berbahasa Jepang yang digunakan untuk menancapkan eksistensi mereka di pusat industri musik Asia.

Single Winter Magic menurut saya cukup catchy dan dipadu dengan irama yang riang gembira, ada satu instrumen yang mengingatkan saya bahwa musim dingin akan datang dan hari Natal akan tiba. Namun sayang, kelebihan utama dari industri K-Pop terutama Girl Group terletak pada Video Klip mereka yang sangat atraktif dengan dansa. Namun tanpa itu dan hanya berbicara mengenai musik, maka Winter Magic sama saja seperti musik K-Pop or J-Pop yang catchy nan riang gembira di telinga saya namun tanpa ada sesuatu yang lebih.

Telinga saya berharap bahwa vokal girl/boy group adalah sekumpulan penyanyi yang bisa bernyanyi secara berkelompok yang bisa menciptakan harmonisasi suara berdasarkan karakter suaranya masing masing, atau setidaknya berimprovisasi vokal dan itu tidak saya temukan dalam Winter Magic. Namun ada yang sedikit membuat saya kagum ketika track Whisper disenandungkan, cukup kagum juga dengan sedikit harmonisasi suara yang ada disana namun tidak terlalu mencolok.

Overall, sebenarnya ingin mendengarkan lebih akan potensi KARA di dalam satu album. Tetapi dari 2 single plus 2 instrumental buat karaoke, tidak ada sesuatu yang special di dalam musik dan lagunya.

Artist
KARA

Single
Winter Magic

Rilis
2011

Genre
J-Pop

Rating

Spider and The Flies | Something Clockwork This Way Comes [ a review ]



WTF .... hahahaa, annoying dan weird abis. Benar-benar aneh sekaligus lucu ketika mendengar bunyi-bunyian yang diciptakan oleh Spider And The Flies lewat extended play mereka yaitu Something Clockwork This Way Comes yang rilis di tahun 2009. Ada kalanya musik ini mengingatkan saya akan soundtrack atau scoring film kult horror maupun sci-fi berbudget rendah di era tahun 50'an, namun lebih kental nuansa yang ganjil. Yeah, Spider and The Flies adalah proyek sampingan dari Rhys Webb dan Tom Cowan yang tidak lain adalah personel dari band The Horrors. Sebuah proyekan experimental yang benar-benar "aneh" dalam arti sebenarnya.

Mendengarkan musik ini, saya jadi membayangkan manusia berkepala laba-laba dan manusia berkepala lalat sedang bertarung dengan setting film horror kult klasik berbudget rendah yang penuh dengan spesial efek tembakan laser. Mungkin lebih jelasnya begini, ada UFO datang ke bumi membawa alien berkepala laba-laba dan seorang lagi berkepala lalat turun memakai sinar dari UFO itu sampai turun ketanah lantas berdansa dengan gaya yang aneh dan absurd sambil menembak kesana kemari tak tentu arah lewat pistol lasernya. Aneh, tapi itulah bayangan yang saya dapat ketika mendengarkan musik Spider And The Flies. Experimental dengan permainan noise ala elektronika disuarakan dengan nada nada ganjil dan aneh membuat band ini benar2 unik di telinga saya.

Membicarakan musiknya Something Clockwork This Way Comes dibuka melalui Million Volt Light sangat kental nuansa ambient yang dipadu suara elektronika yang ganjil namun mampu menggambarkan imajinasi seperti yang saya tulis sebelumnya. Track Jungle Planet lebih nge-beat plus penambahan suara2 noise yang sangat annoying. Space Walking sangat monoton dan tidak menarik menurut saya tetapi track selanjutnya yaitu Metallurge cukup menarik. Ini saatnya saya diajak berdansa dengan gerakan yang sangat aneh, konyol nan absurd seperti yang dilakukan kedua alien tersebut yg sudah turun dari UFO dengan gerakan dansa yang sangat aneh dan gak wajar, mungkin bisa dikatakan autis.

Desmond Leslie benar2 pure noise namun tidak se harsh Merzbow atau proyekan noise yang bisa bikin telinga berdarah. Noise yang ada lebih kalem dengan permainan elektronika yang sangat dominan dan annoying kelas berat. Setelah cukup disiksa oleh Desmond Leslie, kedua alien ini mulai berdansa aneh lewat Teslabeat. Mungkin karena efek petir Tesla, kedua alien era 50'an terlempar ke masa depan dan jatuh di masa kini di sebuah klub disko bernama Autochrome yang sedang memainkan dentuman musik techno. Tidak bisa tinggal diam, mereka kemudian berdansa kembali dengan cara yang aneh sampai klub disko itu tutup.

Unik dan aneh, itulah gambaran yang bisa saya berikan akan musik dari Spider And The Flies. Keunikan itu yang membuat band ini menjadi spesial di telinga gw, meski akhirnya tidak mencapai eargasm tetapi Something Clockwork This Way Comes menjadi sesuatu yang sangat baru di telinga saya. Mungkin album ini tidak cocok untuk semua orang, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba memasuki dan mendalami dunia aneh karya Rhys Webb dan Tom Cowan lewat proyek musiknya yang bernama Spider And The Flies.

Artist
Spider And The Flies

Album
Something Clockwork This Way Comes

Rilis
2009

Genre
Experimental, Electronic, Noise

Rating