Tahukah ?
Seekor batu tertawa menjungkir dagu terpulas dahaga
Merancang haus terkulai lembaran haru nan fana
Tangan berderak tinta menjual amarah debu belukar
Jalang merana tersapu larutan pinggang durhaka
Wahai daun lompat menghina lari terayun debu
Dunia subur senjang bertingkah pusaka media sendu
Torehkan asa terjungkal dahi siku tersenyum biru
Juangkan tubuh tunggal tenaga salto mendayu
Namun tahukah
Mengerti ?
Puas lumpur memakan lengkuas berkarak sunyi
Merindu bunga tergilas lari semena angin masehi
Jantung menarik duri himpitan menangis luap sendi
Lukisan tawar penahan hidung terisak suaka lirih
Tahukah namun
Paham ?
Hentikan jangkrik wasiat tertawa merdeka lusuh
Dengki berukir melaknat seni dwipa canda suruh
Aksara nikmat hujan berkarat senang terdahulu
Jendela mendapat instan cuap kelakar berderu
Tahu apa ?
Tidak
Rima bercanda
Pemetik tawa
Menawan luka
Senandung haru
Pelukis duka
Sepi
Seekor batu tertawa menjungkir dagu terpulas dahaga
Merancang haus terkulai lembaran haru nan fana
Tangan berderak tinta menjual amarah debu belukar
Jalang merana tersapu larutan pinggang durhaka
Wahai daun lompat menghina lari terayun debu
Dunia subur senjang bertingkah pusaka media sendu
Torehkan asa terjungkal dahi siku tersenyum biru
Juangkan tubuh tunggal tenaga salto mendayu
Namun tahukah
Mengerti ?
Puas lumpur memakan lengkuas berkarak sunyi
Merindu bunga tergilas lari semena angin masehi
Jantung menarik duri himpitan menangis luap sendi
Lukisan tawar penahan hidung terisak suaka lirih
Tahukah namun
Paham ?
Hentikan jangkrik wasiat tertawa merdeka lusuh
Dengki berukir melaknat seni dwipa canda suruh
Aksara nikmat hujan berkarat senang terdahulu
Jendela mendapat instan cuap kelakar berderu
Tahu apa ?
Tidak
Rima bercanda
Pemetik tawa
Menawan luka
Senandung haru
Pelukis duka
Sepi
16 Maret 2013
No comments:
Post a Comment